Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

Terorisme dan Foto Profil

Hmm... Terorisme...
Hmm... Profile Picture FB Bendera...

Kabar terbaru, di Paris telah terjadi aksi terorisme yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mengenal kemanusiaan dan tidak bertanggung jawab. Pihak tersebut pastilah utusan dari oknum terselubung yang berada di bawah kaki tangan politik dan sok kuasa.

Mendengar musibah itu, banyak dari penduduk dunia menunjukkan rasa simpati dan respect terhadap penduduk Paris. Termasuk rakyat indonesia. Sampai-sampai media sosial seperti Facebook pun menyediakan aplikasi untuk mengubah PP FB bergambarkan bendera Perancis.

Apakah ini bentuk rasa respect ?
Katanya sih iya.

Lalu, kenapa ketika Perancis kena kasus Teror oleh Teroris yang belum tahu siapa pelakunya, FB bikin aplikasi ini untuk dukungan respect ? Bahkan banyak beberapa orang Indonesia yang juga ikut mengganti PP FB nya untuk hal tersebut.

Tapi pertanyaannya, ketika Palestina, Gaza, terjadi teror dan pembunuhan kenapa FB nggak bikin aplikasi untuk bendera mereka ? Dan kenapa beberapa orang Indonesia juga nggak mengganti PP FB nya dengan hal yang sama ? Begitu juga dengan kasus Rohingya di Burma dan beberapa negara yang kena teror yang mungkin tidak terekspos media. Terlebih, pas kasus bom bali dulu dan beberapa kasus bom bunuh diri di Indonesia, kenapa FB juga nggak bikin aplikasinya dan orang Indonesia nggak ganti PP FB nya dengan bendera merah putih ? Toh, itu juga sama-sama kasus Terorisme.

Pernah saya baca, kalo ada pertanyaan ini, banyak yang jawab "FB nggak menyediakan aplikasinya". Mungkin menurut saya orang-orang tersebut tidak berpikir panjang, pengen instan dan asal njeplak. Sekarang kan banyak software grafis untuk edit foto, kalo mereka mau sih bisa aja buat ngganti dengan bendera merah putih. Tapi kalau asal njeplak, ya begitulah jawabannya.

FB nggak menyediakan karena mungkin alasan tertentu. Ingat kan kalau FB juga mendukung LGBT dengan menyediakan aplikasi bendera pelangi ? Kalau ada yang bisa berpikir panjang dan lebih dalam, pasti tahu kenapa FB nggak buat aplikasi bendera negara-negara yang jelas-jelas telah terjadi Terorisme.

Jadi, mengganti PP FB dengan bendera tersebut, apakah benar suatu bentuk simpati bela sungkawa atau dukungan terhadap tindak terorisme ???

Kamis, 05 November 2015

Hak Makhluk Hidup

Bumi diciptakan untuk dihuni makhluk hidup. Dan makhluk hidup bukan hanya manusia, tapi binatang dan juga tumbuhan. Karena kita diminta untuk hidup berdampingan dan saling membutuhkan.

Manusia bukan makhluk yang paling hebat. Bukan makhluk yang paling berkuasa. Jangan karena dasar 'kita adalah manusia' kita bisa berlaku sesuka kita terhadap makhluk hidup lain. Contohnya hewan.

Kenapa ada hewan langka ? Karena mereka untuk dilestarikan dan dilindungi, bukan untuk diburu. Kenap...a ada hewan ternak ? Karena mereka untuk konsumsi sehat kita, selain itu untuk mengajarkan ilmu dalam beternak dan kepedulian. Kenapa ada hewan imut-imut unyu-unyu bikin gemes ? Karena untuk dipelihara dan mengusir stress kita, bukan untuk disiksa.

Tapi begitulah manusia. Nafsu, ego, rasa senang, ambisi, bisa membutakan manusia dari rasa kemanusiaan. Terkadang lupa diri, atau sengaja melupakan diri. Hingga menimbulkan benci ke seluruh negeri, seperti hewan lindung yang tersakiti bahkan mati. Jangan memaklumi hal yang tak sewajarnya seperti menyakiti makhluk hidup, tapi berbuat baiklah kepada sesama makhluk hidup. Karena bukan hanya kita, mereka juga berhak untuk hidup.

Kamis, 15 Oktober 2015

Like Itu...

"LIKE" di medsos itu ambigu.
Kalo ada posting bersifat positif, membangun, indah, sesuai dengan keadaan kita, menyenangkan, kebetulan sama, lucu, heboh, agak bodoh, bikin ketawa, mengharukan, motivatif, dan semacamnya serta lain sebagainya, langsung diklik "LIKE" terus muncul jempol - jempol beginian like emotikon menandakan "menyukai kiriman anda", bikin yang punya girang - girang.

Lhaaaa kalo posting itu sifatnya negatif ? Atau mungkin lebih tepatnya seperti kesedihan, benc...ana, keluarga meninggal, ada orang sakit, mati, peperangan, orang hilang, kekejaman, dan semacamnya serta lain sebagainya, hingga timbul jeritan perasaan "ohhh aku terharu nich, hiks hiks", langsung diklik "LIKE" terus muncul jempol - jempol beginian like emotikon.

Itu maksudnya apa ?
Suka ? Respect ? Ikutan sedih ? Kebawa perasaan ? Atau bagaimana ?. Memang kalian pasti akan jawab sedih dan semacamnya, terharu sama ini, terenyuh sama itu. Tapi balik lagi ke arti kata "LIKE" , yang artinya "SUKA". Jd secara tidak langsung kalian suka kalo ada orang yang hilang, suka kalo ada yang kesusahan, dan lain sebagainya. Pasti kalian akan bantah isi posting ini kan, tapi orang awam, pasti akan mengira kalian ataupun kita, menyukai saat mereka kesusahan.

Jadi, bijaksanalah saat nge-LIKE

Jumat, 04 September 2015

Berita Duka

Semua manusia ingin meninggal dalam keadaan dan kondisi yang sebaik - baiknya. Bahkan semua ingin meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah. Maka dari itu janganlah wahai kalian, seenaknya sendiri men-Share "Gambar/Foto" kondisi meninggalnya mereka yang telah berpulang ke Rahmatullah. Seperti foto yang bersimbah darah, terpotong - potong, dan lain sebagainya yang menunjukkan kondisi buruk fisik mereka. Jangan!

Seperti yang aku bilang tadi, bahwa semua manusia ingin meninggal d...alam keadaan dan kondisi yang sebaik - baiknya. Karena jika kondisi buruknya terlihat oleh orang banyak, maka sesungguhnya dia bersedih. Cukuplah kita dengan mengabarkan kabar duka saja. Jikalau ingin pake foto, maka lampirkan saja foto ketika Almarhum/h masih hidup. Karena sesungguhnya manusia itu ingin meninggal dalam keadaan dan kondisi yang sebaik - baiknya, serta Khusnul Khotimah.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Terlalu Lama Itu...

'Terlalu Lama' itu tidak sehat lho..

Jika terlalu lama duduk kita bisa terkena dampak kesehatan. Duduk merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mayoritas orang setiap harinya. Kalau keasikan menggarap kerjaan atau nge-game, orang cenderung akan duduk berlama - lama. Apalagi kalau lagi termenung. Kalau terlalu lama duduk, kesehatan kita akan terganggu, kita akan terkena Sakit Punggung, Gangguan Fungsi Metabolik, Meningkatnya Resiko Diabetes, Nyeri Di Leher, dan yang terburuk ada...lah Mati Muda. Hii...

Jika terlalu lama berdiri kita bisa terkena dampak kesehatan. Berdiri mrupakan kegiatan yang dilakukan oleh mayoritas orang setiap harinya. Biasanya jika sedang upacara, antri,atukah tengah menunggu seseorang, kebanyakan orang akan melakukannya dengan berdiri. Kalau terlalu lama berdiri, kesehatan kita akan terganggu, kita beresiko kena peningkatan aterosklerosis karotid sebanyak 9 kali, varises pada pembuluh darah vena kaki, dan sebagainya. Hii...

Jika terlalu lama tidur kita bisa terkena dampak kesehatan. Tidur merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mayoritas orang setiap harinya. Walau kelihatannya tidur adalah kegiatan nggak ngapa - ngapain yang menyenangkan, tapi jika terlalu lama juga nggak sehat. Kalau terlalu lama tidur, kesehatan kita akan terganggu, kita dapat terkena sakit punggung, sakit kepala, malas gerak, tekanan darah tinggi, jantung koroner, dan resiko kematian yang sangat tinggi. Hii...

Sudah tahu kan kalau Terlalu Lama melakukan kegiatan yang monoton akan mengganggu kesehatan kita. Terlalu lama duduk, Terlalu lama berdiri,Terlalu lama tidur. Apalagi juga jika 'Sudah Terlalu Lama Sendiri'. Uwooo..

Rabu, 29 Juli 2015

Teknologi dan Silaturahim

Tanpa kita sadari, secara tidak langsung kita telah sedikit demi sedikit memutus tali silaturahim. Mungkin memang banyak yang tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak percaya dengan tulisan ini. Memang sih, kepercayaan kembali pada diri masing - masing. Paling tidak ayo kita cermati.

Semua ini disebabkan oleh "Smartphone".
Setiap hari bahkan mungkin setiap saat, Smartphone tak pernah lepas dari genggaman keseharian kita. Dengan menggunakan smartphone kita bisa berkomunikasi dengan berbagai jenis orang dimana pun dan kapanpun. Tapi, di lain pihak, kita telah mengabaikan komunikasi dengan orang di sekitar kita.

Contohnya saja, ketika berkunjung ke rumah teman, di tengah obrolan, kita selalu menatap smartphone untuk chatting dengan orang di jauh sana atau bahkan hanya mengecek notifikasi di media sosial. Saat kita menunggu bis atau di tempat umum untuk menunggu sesuatu, mata kita selalu tertuju pada layar sekian inch di genggaman kita, padahal di samping kita ada orang yang mungkin ingin berbicara atau sekedar menyapa. Tapi karena melihat kita terlalu serius dengan gadget, kita jadi lupa untuk bersosialisasi. Lalu, orang lebih suka main smartphone sambil guling - guling di kasur daripada belajar masak bareng tetangga atau hanya sekadar ngobrol. Dan masih banyak lagi contoh - contoh lainnya. Semakin lama kita berdiam diri, semakin renggang pula tali diri.

Boleh saja mengikuti Teknologi, tapi jangan sampai menyebabkan Putusnya tali silaturahim.