Tampilkan postingan dengan label Penyakit Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Manusia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2015

Diagnosa 8 : GAGAL MOVE ON

Penyakit Manusia
Diagnosa 8 : GAGAL MOVE ON

Ngomong - ngomong soal 'Move On', hal yang akan dibahas ini bukanlah muluk-muluk soal cinta. Apalagi kisah menye - menye yang isinya cuma mehek-mehek. Bukan. Gagal Move On yang dibahas ini juga bukan semacam gagal ginjal ataupun gagal organ tubuh manusia lainnya. Melainkan adalah gagalnya manusia yang tidak bisa berpindah dari keinginan awal menuju yang lebih pasti, dari sesuatu hal yang menggagalkannya menuju sesuatu yang sudah pasti memberhasilkannya.

Gagal Move On terkadang diawali karena rasa ambisius seseorang terhadap sesuatu hal yang ingin dia capai. Begitu tinggi ekspektasi yang ingin dicapai, hingga mungkin dapat membutakan logika yang sederhana. Kegagalan itu terkadang terjadi karena hal yang sepele, dan karena mental yang tak kuat maka jatuhlah dia, dan pada akhirnya gagal bergerak maju, alias Gagal Move ON.

Tak hanya muluk-muluk soal cinta saja yang membahas tentang Gagal Move On. Gagal karena sebuah pencapaian yang tidak berhasil itu lebih menyakitkan daripada Gagal Move On karena Cinta. Paling - paling ya galau kalau soal cinta. Tapi jika ini Gagal Move On di kehidupan, mati aja deh.

Ayo yang masih Males Gerak, dan masih memeluk masa lalu yang begitu erat dan tak bisa mengikhlaskan untuk sejenak meninggalkannya dalam masa lalu, yuk Move On. Biar tidak Gagal.

Kamis, 23 Juli 2015

Diagnosa 7 : LUPA WAKTU

Penyakit Manusia
Diagnosa 7 : LUPA WAKTU

Lupa adalah tidak ingat. Lupa Waktu tidaklah termasuk dalam golongan Amnesia ataupun penyakit lupa ingatan karena gegar otak atau kecacatan fisik pada otak yang disebabkan oleh luka, benturan, dan semacamnya. Bagian yang diserang jika terkena Penyakit Manusia Lupa Waktu ini adalah mental. Mental untuk berusaha disiplin, bergerak sesuai jadwal, mengedepankan waktu yang prioritas dan keutamaannya.

Lupa Waktu lebih parah dari Amnesia, apalagi Lupa Ingatan ringan, ini lebih parah. Lupa Waktu dapat menyebabkan semuanya terhambat. Semua keinginan yang ingin dicapai menjadi mundur sepersekian waktu. Dan akhirnya overdeadline. Tak hanya diri sendiri yang akan terkena dampak kerugiannya dari Lupa Waktu. Tetapi orang lain yang tak tahu apa - apa pun juga akan kena. Entah itu parah ataupun tidak.

Lupa Waktu seakan - akan sepele, namun sangat berbahaya. Awalnya kita menunda beberapa menit, menyepelekan "Ah nanti saja". Padahal dengan waktu yang kita tunda itu, kita bisa menyelesaikan atau melakukan berbagai hal. Dan itulah efek Lupa Waktu yang disebut dengan 'Penundaan'. Dari penundaan ini akan berakibat macam - macam seperti 'mepet - mepet', 'dikejar deadline', 'stress'.

Sekali - kali jangan sampai Lupa Waktu. Buatlah semacam list untuk dipatuhi. Serta tanamkan komitmen untuk mengerjakannya sesuai prioritas. Sedikit saja kena Lupa Waktu, seterusnya akan selalu menyepelekan waktu. Dan tidak akan dapat uang. Kan ada yang bilang 'Waktu adalah Uang'.

Selasa, 21 Juli 2015

Diagnosa 6 : TERLALU GILA

Penyakit Manusia
Diagnosa 6 : TERLALU GILA

Gila atau tidak waras memanglah sebuah keadaan yang bisa dikatakan bahwa orang tersebut sudah tidak bisa menggunakan pikirannya lagi. Gila ini adalah wajar pada umumnya. Lalu apa yang dimaksud dengan Terlalu Gila ?. Ini adalah Penyakit Manusia yang sangat tergila - gila karena materi. Terutama tergila - gila terhadap uang. Yang dapat mengetahui gejala ini mungkin adalah orang luar, bukan yang tengah gila tersebut. Karena saat melihat orang tersebut mereka akan menyebutnya "Matanya Hijau".

Memang pada dasarnya dengan memiliki uang dapat membeli apapun. Perhiasan, baju, rumah, apartemen, saqah, ladang, dan sebagainya. Dengan memiliki banyak uang, katanya sih bisa hidup enak dan bahagia, karena segala kecukupan dan keinginan dapat direalisasikan jika memiliki uang yang banyak. Karena itulah banyak manusia sekarang terkena Penyakit Manusia Terlalu Gila karena sangat ambisius untuk memiliki uang banyak. Padahal tau kan kalau ada beberapa hal yang tidak semuanya bisa dibeli oleh uang ?

Uang tak mampu membeli tata krama dan moral seseorang. Hanya pembelajaran dan pengalaman yang dapat memberikannya. Uang tak bisa membeli sebuah kehormatan, sifat, kesabaran. Karena ketika mereka terpuruk nanti, hanya keterburukan yang akan dimunculkan. Uang juga tak mampu membeli kepercayaan dan integritas seseorang. Karena jika didasari oleh uang, ketika tak punya uang maka pergilah semua itu.
Uang pun juga tak akan pernah mampu membeli cinta, kasih sayang, dan keluarga. Keharmonisan keluarga tak didasari dengan hidup bermewah - mewah. Melainkan dengan perhatian dan cinta. Uang juga tak mampu membeli kecerdasan dan pengetahuan, apalagi martabat dan kebijaksanaan. Dan terlebih lagi tak akan mampu membeli daya khayal imajinasi seseorang yang tanpa batas.

Terlalu Gila itu tidak baik. Pada akhirnya kita akan terlihat memuja - muja materi. Karena pemujaan yang berlebihan itu tidak bagus. Hentikan semua kegilaan yang sudah Terlalu Gila akhir - akhir ini. Dan mungkin suatu saat nanti, dunia akan dipenuhi oleh "Orang Gila".

Senin, 20 Juli 2015

Diagnosa 5 : SEBELAH MATA

Penyakit Manusia
Diagnosa 5 : SEBELAH MATA

Mata memang adalah jendela untuk tempat datangnya berjuta informasi. Baik informasi yang informatif, baik, buruk, dan berbagai macam. Dengan menggunakan mata, kita bisa tahu segala hal yang masuk melalui mata lewat melihat, membaca, mengamati, dan sebagainya yang menggunakan mata kita. Dan dalam diri manusia ada Penyakit Manusia yang disebut juga dengan 'Sebelah Mata'. Penyakit Sebelah mata ini bukanlah menyerang mata secara fisik. Melainkan menyerang 'Pandangan'. Yaitu Pandangan seseorang terhadap sesuatu hal.

Pandangan sesorang hingga terkena Penyakit Sebelah Mata ini dikarenakan racun - racun yang mengkontaminasi otak. Seperti racun politik, racun SARA, racun keegoisan, racun tak ambil pusing, dan racun aditif lainnya. Yang efek dari masing - masing racun itu telah menghasilkan sebuah omongan yang hanya sekedar omongan, komentar yang hanya sebuah komentar, yang hanya keluar dari mulut tanpa mementingkan hal lainnya yang berkaitan.

Pandangan manusia dibagi menjadi dua. Yaitu Subjektif dan Objektif. Pandangan Subjektif adalah pandangan yang lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang. Sedangkan pandangan yang secara objektif adalah pandangan sikap yang lebih pasti, bisa diyakini keabsahannya, tapi bisa juga melibatkan perkiraan dan asumsi, dengan didukung oleh fakta/data. Dan banyak sekali sekarang para manusia lebih suka memandang dengan pandangan Subjektif, karena sudah teracuni oleh beberapa racun tersebut.

Mereka lebih suka mengomentari sesuatu hal sesuka mereka. Yang menguntungkan mereka dan lebih kurang memikirkan akibat di sekitarnya terhadap omongan mereka. Kadang - kadang omongan itu tanpa diikuti bukti, dan hanya dipandang Sebelah Mata. Seperti menanggapi suatu kejadian dengan jawaban yang sebenarnya jawaban itu tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang terjadi. Dan sudah jelas mereka ini terjangkit Penyakit Manusia yang namanya Sebelah Mata.

Salah satu terapi untuk penyakit ini adalah dengan lebih banyak membaca, mengamati, serta mencermati. Dan jangan lupa untuk memikirkannya dalam - dalam dari segala sisi, sebelum mengutarakannya.

Minggu, 19 Juli 2015

Diagnosa 4 : INDIRECT SYNDROME

Penyakit Manusia
Diagnosa 4 : INDIRECT SYNDROME

Indirect Syndrome merupakan salah satu syndrome yang terdapat dalam golongan Penyakit Manusia. Indirect Syndrome atau Sindrom Tidak Langsung ini biasanya datang bagai virus dan targetnya adalah mereka yang merupakan konsumen media sosial. Terjadinya Syndrome ini memang tidak selalu terjadi berkelanjutan. Namun hanya kadang – kadang saja. Dan Syndrome ini terletak pada beberapa Posting – Posting yang muncul pada Beranda di Media Sosial.

Gejala yang ditimbulkan oleh Syndrome ini salah satunya adalah efek ‘Pemaksaan Keharusan’. Pemaksaan Keharusan ini maksudnya adalah adanya sebuah postingan yang memiliki sifat agar siapapun yang membacanya untuk me-like, Comment, ataupun share agar kondisi tertentu bisa didapatkan oleh si Pembaca. Beberapa posting jenis ini sering muncul di Media Sosial. Misalnya seperti “Anda akan masuk surga jika menulis Amin di komentar” atau “Like jika tidak ingin masuk Neraka” atau “Abaikan jika tidak sayang si ABCD”’ atau yang lebih ekstrem lagi adalah dengan memasukkan sumpah atas nama Tuhan, Rasul, atau Kitab Suci-nya.

Gejala Pemaksaan keharusan ini akan memaksa otak untuk berpikir berkali – kali untuk melakukan apa yang diperintahkan dalam Posting tersebut. Yang walaupun sebenarnya pada awalnya dia tidak punya keingininan untuk melakukan itu. Dan gejala ini langsung menyerang bagian Rohani jika isi dari Posting tersebut adalah menjurus pada keagamaan. Dan gejala ini akan langsung mengarah pada bagian Kejujuran Komitmen jika isi dari posting tersebut adalah sebuah bentuk untuk berjanji. Dan gejala ini akan langsung berdampak pada hati jika terus – terusan muncul yang pada akhirnya akan menimbulkan kejengkelan. Ini benar – benar Pemaksaan yang jelas namun Tidak Langsung.

Semua orang memang menginginkan segala sesuatunya baik untuk mereka, namun juga jangan seperti ini juga. Ada positif negatifnya dalam posting yang mengandung Indirect Syndrome ini. Entah dalam Posting tersebut bisa benar adanya untuk mendo’akan sesama dan mengajak kebaikan, ataukah hanya ingin mencari popularitas dan keuntungan dengan memperoleh banyak Like, Comment, dan Share. Dan ini merupakan gejala selanjutnya yaitu ‘Selfish Opportunity’. Ayo kita cermat – cermat untuk mencermati segala sesuatunya yang akan kita baca.

Hati – hati dalam menyikapi Posting dalam sebuah Media Sosial. Bisa jadi sumbernya memang lagi terkena Indirect Syndome. Pelajari, cermati, dan jangan bosan- bosan untuk menilik sebuah posting meskipun hanya sepele. Jika memang dijanjikan sesuatu yang jelas, lihat apakah syaratnya juga jelas dan masuk akal. Jangan sampe anda tertular Indirect Syndrome juga. Karena yang turut terperosok untuk melakukan apa yang tertulis pada posting jugalah termasuk terkena gejala ini, yaitu ‘Follow Command’.

Mungkin Posting ini juga mengandung Indirect Syndrome. Hmmm....

Sabtu, 18 Juli 2015

Diagnosa 3 : SELFIE AKUT

Penyakit Manusia
Diagnosa 3 : SELFIE AKUT

Selfie. Spora penyakit yang sudah banyak menjamur pada zaman ini. Yang terjangkit biasanya adalah golongan anak-anak muda. Proses penyebarannya biasanya dari alat komunikasi canggih yang disebut smartphone. Dan mereka yang terjangkit jamur selfie sudah tidak bisa lagi rawat jalan tanpa menggunakan alat bantu yang bernama Tongsis atau Tongkat Narsis. Pakai salep pun juga bggak akan sembuh.

Memang sih, selfie tidak terlalu berbahaya. Tapi yang membahayakan adalah jika sudah terkena Selfie Akut. Selfie stadium ini sudah bukan bisa dibilang membahayakan, tapi juga menjengkelkan dan bikin risih. Bukannya saya ingin mengejek yang hobi Selfie, bukan. Tapi hanya menghimbau untuk yang selfie menjamur ini untuk tidak berlebihan biar tidak terkena Selfie Akut.

Lihat saja,
Beberapa gejala yang terkena Selfie Akut adalah Selfie Everytime, Everywhere, Everystyle.

Everytime adalah ketika mereka yang terinfeksi selalu selfie di setiap waktu dengan frekuensi waktu yang terus - terusan. Tanpa kenal waktu. Kadangkala bangun tidur masih penuh bekas iler dan muka bantal juga selfie, siang cuacanya panas - panas manja juga langsung selfie, malam gelap gulita juga selfie, tiap menit selfie, seperti tak ada yang bisa mereka lakukan selain selfie. Dan rasanya selfie adalah nafas hidup mereka.

Everywhere adalah ketika mereka yang terinfeksi selalu selfie dimanapun tempatnya tanpa mengenal tempat manakah itu. Seperti di kamar ataupun tempat wisata sih wajar. Kalau makam ? Apakah itu tempat yang pantas untuk selfie ? Hal ini justru mengusik ketenangan suasana makam yang sesungguhnya, dan bukan merupakan tempat yang pantas untuk selfie. Tempat Ibadah ? Hmm mikir lagi dah. Dan banyak lagi every where yang tak patut digunakan untuk selfie malah digunakan untuk selfie.

Everystyle adalah gayanya aneh - aneh. Kadangkala yang tak lazim pun dilakukan untuk Selfie. Bahkan gaya berbahaya sekalipun. Seperti selfie di tempat tinggi, kawah gunung, lautan dalam, sambil pegang buaya, dan lain - lain. Aneh kan. Dan yang lebih berbahaya adalah Selfie juga bisa meregang nyawa. Sudah ada kasusnya ini. Ini disebabkan karena gaya yang aneh - aneh itu.

Awas Selfie Akut.
Selfie boleh tapi jangan keterusan.
Jangan sampai momen yang istimewa.
Justru membuatmu meregang nyawa.

Jumat, 17 Juli 2015

Diagnosa 2 : MAGER (Malas Gerak)

Penyakit Manusia
Diagnosa 2 : MAGER (Malas Gerak)

Mager termasuk salah satu jenis penyakit manusia yang timbul berdasarkan faktor - faktor tertentu. Yang mana Mager adalah keadaan dimana manusia malas untuk menggerakkan badannya atau hal sebenarnya adalah tidak ada kemauan untuk melakukan suatu aktivitas. Yang mungkin hanya aktivitas ringan. Dan pada akhirnya, malah berakhir terlentang guling - guling tak jelas. Memeluk guling, main hp, menguap, dan sebagainya.

Tidak bergerak itu berbahaya lho. Meskipun hanya sepele, efek sampingnya sangat berbahaya. Dengan tidak bergerak, tubuh kita tidak terlatih dengan teratur. Karena tidak mendapatkan pelatihan yang cukup untuk beraktivitas, walaupun itu hanya berjalan biasa. Dan mungkin pada akhirnya bisa jadi karena lamanya Mager bisa mengakibatkan kelumpuhan pada diri. Wow.

Banyak faktor yang menyebabkan manusia terjangkit penyakit Mager. Seperti keadaan cuaca yang mengeluarkan hawa kemalasan, pekerjaan yang bikin bosan, badan yang kurang fit, hasutan dari teman yang bikin bete, dan masih banyak virus - virus Mager lainnya yang bisa membuat manusia Mager.

Mager memang sulit diberantas kalau sudah mendarah daging. Apalagi kalau sudah akut, pasti sulit mengobatinya. Dan kalau bisa, orang yang masih sehat jangan sampai Mager. Karena kalau sudah Mager akan susah untuk bergerak kembali dan Mager itu tidak menghasilkan hasil yang begitu bagus dan maksimal.

Jangan sampai terkena penyakit ini ya Manusia. Kalau sudah terlanjur kena, lawan dengan sekuat tenaga. Maka diri tidak akan rugi nanti. Lihatlah mereka yang tak mampu berjalan, justru ingin bergerak dengan sebebas - bebasnya. Masa mencegah Mager aja ndak bisa ?!

Kamis, 16 Juli 2015

Diagnosa 1 : JUDGING

Penyakit Manusia
Diagnosa 1 : JUDGING

Judging termasuk salah satu Penyakit Manusia yang sering ditemukan. Yang mana Judging adalah perkataan yang muncul secara seenaknya saja dari mulut manusia.Kadang tanpa berpikir terlebih dahulu akibatnya sebelum mengatakan apa yang ingin dia sebutkan kepada orang lain. Salah satu jenis Penyakit Manusia yang selalu melekat pada manusia yang entah sejak kapan mulai merambah dan mewabah. Dan ini sangat mengkhawatirkan sekali. Bagaimana tidak ?

Seenaknya saja men-Judge seseorang itu "Kepo".
Ketika ada yang tanya -tanya atau punya rasa ingin tahu yang begitu tinggi sehingga dia bertanya banyak hal, atau hanya mencoba untuk membuka sebuah obrolan. Judge ini bisa berakibat memunculkan rasa kurang menghargai terhadap rasa keingintahuan seseorang terhadap sesuatu atau keinginan seseorang untuk mencoba buka omongan.

Seenaknya saja men-Judge seseorang itu "Modus".
Atau yang lebih dikenal dengan Modal Dusta. Notabene-nya ini terjadi pada mereka yang biasanya lawan jenis, yang mana mereka yang sedang saling membantu satu sama lain dalam hal tertentu yang kadang - kadang hanya berdua saja. Judge ini bisa berakibat menumbuhkan dinding dan atau batas - batas aneh antara lawan jenis yang tengah saling membantu itu. Dan bisa jadi malah semakin jauh - jauhan dan bingung sendiri kalau mau bantu- bantu.

Seenaknya saja men-Judge seseorang itu "Galau".
Saat kita tahu atau tengah melihat ada orang yang lagi meluapkan emosi dirinya lewat kata, bahasa, atau lagu - lagu mellow. Judge ini bisa berkibat menumbuhkan rasa kurang menghargai terhadap sesama, terutama pada mereka yang memang punya cara tersendiri yang berbeda dengan kita dalam mengungkapkan gambaran emosinya.

Seenaknya saja men-Judge seseorang itu "Baper".
Istilah yang muncul baru - baru ini, singkatan dari Bawa Perasaan. Tahu akibatnya ? Judge ini bisa berakibat kita menjadi tidak peka terhadap perasaan seseorang yang memang perasaannya bisa muncul tiba - tiba dengan begitu mudahnya.

Seenaknya saja men-Judge seseorang itu "Alay".
Tahu kan, tak semua manusia itu sama di segala hal. Contohnya saja dalam hal mereka mengekspresikan diri dengan cara yang berbeda dengan kita. Lalu kalau kita rasa cara mengekspresikan itu aneh, langsung di-Judge Alay. Judge ini bisa berakibat membuat orang tersebut kaku dalam mengekspresikan diri, dan seolah - olah nampak seperti orang lain jadinya.

Dan masih banyak lagi Judging lainnya. Yang bisa berakibat untuk orang lain dan merugikan diri sendiri. Itulah Penyakit Manusia yang disebut Judging. Menjengkelkan ya. Kalau ada yang tahu Vaksin untuk penyakit ini, semoga bisa menyembuhkan yang terjangkit penyakit ini.

Penyakit Manusia

Penyakit Manusia.

Apakah itu ?
Sejenis penyakit yang tak digolongkan dalam dunia medis. Lebih mengarah kepada penyakit hati atau kemanusiaan. Yang mungkin sudah menyerang hingga ke akal dan pikiran. Wujudnya aneh - aneh, bahkan sangat menjengkelkan untuk dimiliki. Namun, tak disadari itu melekat, tanpa tau sebab musababnya, semua orang punya yang namanya Penyakit Manusia.

Bahkan aku dan kamu serta kalian dan mereka semua memiliki itu. Penyakit Manusia.

Dan Hey..... apa saja Penyakit Manusia itu ?